joke

POTO PENJAHAT

Joni kecil pergi bersama ibunya ke kantor pos. Di sana, ada sebuah poster bertuliskan "DICARI!" dan foto seorang penjahat.
Joni: Foto siapa itu, Bu?
Ibu: Itu foto penjahat, Nak. Polisi berusaha menangkapnya karena dia sangat jahat.
Joni: Tetapi, mengapa setelah difoto, polisi membiarkan penjahat itu lepas, Bu?

KEHILANGAN UANG
 
Saat sedang duduk di sebuah batu besar di pinggir sungai, Nasrudin melihat sepuluh orang buta hendak menyeberang sungai. Dia menawarkan bantuan kepada mereka dengan bayaran satu sen per orang.
Mereka setuju, dan Nasrudin memulai pekerjaannya. Sembilan orang telah selamat sampai di seberang. Tetapi, orang yang kesepuluh rupanya memiliki sifat "nyeleneh". Ketika diberi tahu agar melangkah ke kiri, dia melangkah ke kanan sehingga dia terpeleset ke sungai dan hanyut dibawa air.
Merasa ada sesuatu yang salah, kesembilan orang yang selamat mulai berteriak, "Apa yang terjadi?" Nasrudin menjawab, "Aku kehilangan uang satu sen."

BUKU HARIAN SUAMI ISTRI

Minggu Malam – Dia bertingkah aneh. Sebelumnya, kami berjanji bertemu di cafe. Aku shopping seharian dengan teman-teman sehingga mungkin dia kesal karena aku agak telat sampai di cafe, tetapi dia tak berkomentar.
Ngobrolnya nggak nyambung, jadi aku usul kita pergi ke tempat yang agak sepi supaya ngobrolnya lebih enak. Dia setuju, tetapi tetap diam dan berjarak. Aku tanyakan apa yang salah. Dia jawab, "Tak ada." Aku tanyakan apakah kesalahanku yang membuatnya kesal. Dia bilang bahwa hal itu tak ada kaitannya denganku dan ia memintaku untuk tidak usah khawatir.
Dalam perjalanan pulang, aku bilang aku mencintainya. Dia cuma tersenyum tipis dan tetap menyetir. Aku tak bisa menjelaskan perangainya sore itu. Aku tak habis pikir mengapa dia tak menjawab, "Aku cinta kamu juga." Sesampainya di rumah, aku merasa kehilangan dia, dan seolah-olah dia tak menghendakiku lagi. Dia hanya duduk dan menonton TV. Dia terlihat jauh dan menghilang.
Akhirnya, aku putuskan untuk tidur. Sekitar 10 menit kemudian, dia menyusul ke kamar. Aku nggak tahan lagi, kuputuskan untuk menghadapinya dan menanyakan soal sebenarnya, tetapi dia langsung tertidur. Aku mulai menangis sampai tertidur. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan.

IMPROVISASI DI ATAS MIMBAR

Budi yang telah menjadi pendeta suatu ketika diundang untuk berkhotbah di sebuah gereja. Kebetulan, pendeta di gereja tersebut adalah Iwan, teman sekamarnya dulu.
Pada kesempatan itu, ia mengambil bacaan Alkitab tentang Yesus memberi makan lima ribu orang. Tidak seperti biasanya, ia menggunakan ilustrasi tentang tipe membuat makanan. Ternyata, khotbahnya itu berhasil menarik perhatian jemaat, terlebih para ibu.
Iwan yang mengetahui betul kalau temannya itu tidak bisa memasak, segera menanyainya setelah kebaktian usai.
Iwan: Wah, hebat khotbahmu! Ngomong-ngomong sejak kapan kamu hobi memasak?
Budi: Sssst ... jangan bilang-bilang, ya. Sebetulnya, tadi itu aku sedang berimprovisasi di atas mimbar. Soalnya, buku khotbahku tertukar dengan buku resep masakan istriku!

ETIKA KONSELING

Seorang pastor yang baru memulai pelayanannya akan dilatih oleh seorang pastor senior. Hari itu, mereka akan belajar untuk melayani jemaat yang akan melakukan pengakuan dosa. Mereka berdua masuk ke dalam bilik pengakuan dosa dan bersama-sama mendengarkan pengakuan dosa jemaat.
Setelah jemaat yang kedua selesai mengakui dosa-dosanya, pastor senior mengajak pastor muda tersebut keluar dari bilik untuk memberikan beberapa masukan terkait sikap mendengarkan pengakuan dosa umat. Pastor senior tersebut berkata, "Coba kamu letakkan tangan kananmu di dagu, lalu anggukan kepalamu sambil mengatakan kata-kata berikut bergantian 'saya mengerti,''silakan lanjutkan,''baiklah kalau begitu,' dan 'bagaimana perasaan Anda mengenai hal tersebut?'"
Pastor muda itu pun mencobanya. Kemudian, pastor senior itu berkata lagi, "Mulai sekarang, saat pengakuan dosa gunakanlah kata-kata tersebut. Jangan lagi kamu berkata, 'Wuaaahh, saya tidak percaya kamu melakukan hal itu. Terus ... terus, kamu ngapain lagi?'"

SUDAH SAYA BILANG

Istri: Mengapa kamu tidak bilang dari dulu kalau kamu miskin?!!
Suami: Saya sudah pernah bilang kok, kamunya aja yang tidak ngerti!
Istri: Kapan kamu bilangnya?!
Suami: Dulu 'kan saya sudah sering bilang kalau cuma kamulah satu-satunya milikku di dunia!

KURSI DAN FIRASAT

Seorang profesor filsafat berjalan untuk memberikan kuliah terakhir. Sambil menempatkan sebuah kursi di mejanya, profesor menginstruksikan kelas, "Dengan menggunakan segala sesuatu yang telah Anda pelajari dalam kuliah ini, buktikan kepada saya bahwa kursi ini TIDAK ADA."
Jadi, banyak mahasiswa yang memulai cerita panjang untuk membuktikan bahwa kursi itu tidak ada, kecuali satu mahasiswa. Dia menghabiskan 5 detik untuk menulis jawabannya, menyerahkan lembar jawabannya, lalu keluar ruangan kelas. Teman-temannya keheranan dengan kelakuan mahasiswa itu.
Seiring berjalannya waktu, semua mahasiswa mendapat nilai akhir mereka. Dan, yang menakjubkan, mahasiswa yang menulis jawabannya hanya dalam 5 detik itu mendapat nilai tertinggi di kelas.
Jawaban yang ditulisnya adalah: "Kursi apa?"

ARTI SAHABAT

Andi: Sejak Dodo, teman akrab saya, pindah ke sekolah lain, saya jadi malas makan di sekolah.
Rudi: Wah, sampai begitu besarkah rasa persahabatan di antara kalian?
Andi: Tidak juga. Hanya saja, selama ini Dodo yang membayar bila kami jajan di kantin.

PENURUT

Suatu hari, seorang ayah yang baru mendapatkan berkat ekstra membeli sebuah mainan. Masalahnya, dia memiliki dua anak. Akhirnya, Ayah tersebut memutuskan untuk membuat sebuah sayembara.
Ayah: Anak-anak, ayah memiliki sebuah mainan baru.
Anak-anak: Yeaaayy!!
Ayah: Tetapi, karena hanya ada satu, ayah akan membuat sayembara. Pemenangnya akan mendapat mainan baru ini.
Anak ke-1: Apa, Yah?
Ayah: Siapa di sini yang paling penurut? Tidak pernah melawan ibu, selalu menuruti perintah ibu, selalu diam kalau dimarahi ibu, dan tidak pernah marah sama ibu?
Anak ke-2: Sudahlah Kak, mainan itu memang bukan untuk kita.
Ayah: Maksudnya, Nak?
Anak ke-1: Iya, sudah jelas, Ayah yang memenangkan sayembara ini.

UANG SEKOLAH

Jupri yang masih kecil baru pulang dari sekolah minggu dengan membawa sebuah permen yang besar. Ibunya menanyakan dari mana dia mendapatkan permen itu.
Jupri: Oh, tadi aku beli di toko pakai uang yang tadi Mama kasih.
Mama: Loh, itu 'kan uang untuk sekolah minggu, Jupri!
Jupri: Iya, Ma. Tadi Jupri sudah cari ke mana-mana, tetapi nggak ketemu tempat bayar SPP sekolah minggu.

GAMBAR SEGITIGA

Jupri: Halo Jo, lagi ngapain?
Bejo: Sedang menggambar nih.
Jupri: Wuah, gambar apa, Jo?
Bejo: Gambar segitiga sama kaki, hehehe ....
Jupri: Hebat kau, Jo!
Bejo: Hebat kenapa, Pri?
Jupri: Aku menggambar segitiga sama tangan saja susah, kamu malah menggambar segitiga sama kaki.

GBU

Seorang hamba Tuhan punya warung kecil-kecilan untuk tambahan penghasilan. Di depan warungnya, ada tulisan "GBU". Seorang pemuda berkata, "Wah, hebat ya, karena bapak seorang hamba Tuhan, bapak selalu memberkati orang yang belanja dengan tulisan 'GBU' alias 'God Bless You'."
Hamba Tuhan itu lalu menjawab, "Oh bukan, GBU di sini artinya, 'Gak Boleh Utang'."













Tidak ada komentar:

Posting Komentar